Makasar, socdempost.id. Penguatan budaya riset di perguruan tinggi harus dimulai dari kemampuan akademisi menyusun proposal penelitian yang berkualitas, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Guru Besar Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus, Prof. Apriana Toding, M.Eng.Sc., Ph.D. saat menjadi narasumber dalam Workshop Nasional Penguatan Riset Pascasarjana dan Penulisan Karya Ilmiah Berbasis Artificial Intelligence (AI), dilaksanakan atas kerjasama Majelis dikti PP Muhammadiyah dan Konsorsium Nasional Pascasarjana PT Muhammadiyah-Aisiyah, di Hotel Dalton, Makassar, Jumat (17/7).
Di hadapan dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana dari berbagai perguruan tinggi, Prof. Apriana menegaskan bahwa proposal penelitian bukan sekadar dokumen administratif untuk memperoleh pendanaan.
Lebih dari itu, proposal merupakan peta jalan yang mencerminkan kualitas gagasan, arah pengembangan ilmu pengetahuan, serta komitmen peneliti dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial.
Menurutnya, proposal yang memiliki peluang besar untuk didanai adalah proposal yang mampu menunjukkan unsur kebaruan (novelty), didukung metodologi yang tepat, serta memiliki luaran yang jelas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun pengembangan ilmu pengetahuan.
“Setiap penelitian harus memiliki alasan yang kuat mengapa penting dilakukan. Di situlah letak nilai sebuah proposal, yaitu ketika mampu menjelaskan kontribusinya bagi ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan di masyarakat”. ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa konsistensi antara latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode penelitian, anggaran, hingga target luaran menjadi aspek penting yang selalu mendapat perhatian dalam proses penilaian proposal oleh reviewer.
Workshop berlangsung dalam suasana interaktif. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta, mulai dari penyusunan roadmap penelitian, strategi meningkatkan kualitas proposal hibah, hingga teknik menembus publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem riset di perguruan tinggi.
Menurutnya, peningkatan kapasitas dosen dalam menyusun proposal yang kompetitif merupakan langkah strategis untuk mendorong lahirnya penelitian yang lebih berkualitas, inovatif, dan berdampak bagi pembangunan bangsa.
Workshop nasional ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antarpeneliti dalam menghadapi tantangan riset dan publikasi ilmiah di era transformasi digital [edt].
Prof. Apriana Toding, tegaskan pentingnya Kualitas Proposal Penelitian Dosen















Leave a Reply