SOCDEMPOST.ID

Klik ide-Sebar Makna-Rebut Perubahan

Advertisement

Di Antara Cuaca dan BBM: Keresahan Pedagang Bawang Merah Kota Ternate

Oleh: kamirullah Fokaaya – Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Maluku Utara 

Bawang merah merupakan salah satu hasil pertanian yang memiliki peran sangat penting. Selain berkhasiat menambah cita rasa dalam berbagai masakan, komoditas ini juga menjadi penopang ekonomi bagi para petani dan pedagang. Oleh karena itu, keberlangsungan perdagangan bawang merah perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Keresahan pedagang terus meningkat akibat belum optimalnya peran pemerintah dalam menjaga kestabilan harga. Kondisi tersebut membuat para pedagang eceran semakin terhimpit secara finansial karena keuntungan yang diperoleh sering kali tidak sebanding dengan modal yang telah dikeluarkan. Di sisi lain, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kondisi cuaca yang tidak menentu semakin menambah kekhawatiran para pedagang dalam menjalankan usahanya.

Baca Juga :  HUT ke-23 Haltim “Peradaban Tidak Dibangun oleh Kemegahan Perayaan, Tetapi oleh Manusia yang Memahami Kesadaran Sosial”

Berdasarkan data kuesioner yang telah kami lakukan, para pedagang mengeluhkan tingginya harga BBM, kondisi pasar yang kurang memadai, serta tidak stabilnya harga bawang merah. Ketiga persoalan tersebut menjadi hambatan utama yang telah dihadapi dalam aktivitas perdagangan keseharian mereka.

Salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan adalah kondisi pasar ketika musim hujan. Air hujan sering menggenangi area pasar sehingga pembeli enggan datang untuk berbelanja.

Akibatnya, aktivitas jual beli menurun dan pendapatan pedagang ikut berkurang. “Ketika hujan, air tergenang di dalam pasar sehingga tidak ada pembeli yang datang membeli dagangan kami,” ungkap salah seorang pedagang di Pasar Kota Baru.

Selain itu, BBM memiliki peran yang sangat penting dalam kegiatan perdagangan. Pasar-pasar yang berada di Kota Ternate masih bergantung pada pasokan berbagai bahan pangan dari luar provinsi.

Baca Juga :  Tangan-Tangan Perempuan Moreala: Merawat Kehidupan, Membangun Peradaban

Oleh karena itu, setiap kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada meningkatnya biaya distribusi, yang pada akhirnya memengaruhi harga jual komoditas di pasar. Kondisi ini menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Melihat berbagai problem tersebut, sudah sepatutnya pemerintah hadir di tengah-tengah para pedagang dengan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga, memperbaiki fasilitas pasar, serta memastikan distribusi bahan pangan tetap berjalan secara efektif dan efisien. Dengan demikian, pedagang kecil tidak terus-menerus menjadi pihak yang menanggung beban akibat kenaikan biaya distribusi, cuaca yang tidak menentu, dan ketidakstabilan harga pasar.

.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *